Jumat, 04 April 2008

Adakah Etika dan Moral Itu Sama?

Pengertian Moral

Moral merupakan persoalan yang praktikal namun tidak semua persoalan praktikal adalah moral.

Moral membicarakan persoalan yang betul atau salah, apa yang perlu dilakukan dan ditinggalkan atas sebab-sebab tertentu dan dalam keadaan tertentu.

Pertimbangan moral bergantung kepada suasana atau keadaan yang membentuk individu. Misalnya sistem sosial, kelas sosial dan kepercayaan yang dianuti.

Isu berhubung dengan sesuatu tingkah laku berdasarkan pandangan jagat dan budaya sesuatu masyarakat. Perbuatan yang serupa dilihat dari sudut yang berlainan berdasarkan nilai yang dipegang oleh masyarakat yang berbeza. Dalam aspek ini kerap moral disamakan dengan etika.

Peter Baelz dalam bukunya Ethics and Belief menyatakan bahawa “moral dan etika selalunya mempunyai makna yang sama. Apakah faedah membezakan di antara keduanya kerana selalunya kita gagal untuk membezakannya.” Berdasarkan kenyataan Peter Baelz, moral dan etika mempunyai persamaan.

Moral bersifat praktikal kerana ia merupakan disiplin yang memberitahu apakah sistem moral yang dihayati oleh sesuatu masyarakat. Manakala etika bersifat teoretikal kerana ia mengkaji, menganalisis dan mengkritik sistem moral tersebut.

Moral merupakan bahan yang dikaji oleh etika manakala etika adalah ilmu yang mengkajinya.


Pengertian Etika

Perkataan etika berasal dari perkataan Inggeris ethics. Ethics pula berasal dari perkataan Greek ethos bermaksud watak atau budaya. Ia merujuk kepada sikap dan adat yang menentukan tingkah laku sesuatu golongan. Etika adalah sains menilai dan memahami proses penilaian. Ia berkaitan dengan perlakuan mentafsirkan sesuatu perbuatan tersebut baik ataupun sebaliknya.

Dua perkara asas yang menjadi tumpuan dalam etika ialah akhlak individu seperti takrifan individu yang baik dan peraturan-peraturan sosial seperti peraturan mengenai benar atau salah (moraliti) yang menghadkan tingkah laku individu (Mohamad Mohsin & Hamdzun 2002).

Sidi Gazalba dalam buku beliau Sistematika Filsafat merumuskan bahawa etika ialah teori mengenai lakuperbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk

dan sejauh mana pula dapat ditentukan oleh akal. Menurut Abdul Fatah Hassan (2001) pula, etika menyelidik, memikirkan dan mempertimbangkan mengenai yang baik dan yang buruk. Etika melihat secara universal perbuatan manusia.

Etika juga merujuk kepada falsafah tingkah laku manusia yang dilihat dari aspek lahiriah dan batiniah. Ini tidak serupa dengan moral yang merupakan ajaran, kumpulan peraturan dan ketetapan, lisan atau bertulis mengenai bagaimana manusia perlu bertindak supaya menjadi manusia yang baik.

Moral memandu manusia tentang cara bagaimana manusia harus bertingkah laku (tingkah laku baik) manakala etika pula mengenai mengapakah manusia mesti mengikuti arahan moral tersebut.

Etika merupakan tingkah laku dan kelakuan moral yang dijangka diikuti oleh manusia sejagat manakala ilmu etika merupakan satu disiplin ilmu yang mengkaji tentang moral, prinsip moral, kaedah moral dan tindakan serta kelakuan manusia yang betul. Fungsi etika menggariskan beberapa prinsip atau ukuran asas untuk menentukan apakah tingkah laku yang betul, apakah yang salah, apakah tingkah laku yang bertanggungjawab dan apakah yang tidak.

Perbedaan Etika dan Moral

Etika dan moral sering disalahfahami. Misalnya, penggodaman bukan masalah etika tetapi adalah kesalahan moral untuk mendapatkan capaian yang tidak mendapat kebenaran.

Masalah etika adalah berkaitan dengan sesuatu yang membuahkan hasil yang salah atau sesuatu yang tidak adil. Ruang lingkup perbincangan etika adalah lebih luas berbanding dengan moral.

Fokus etika lebih luas mencakupi estetika, etika profesional, tingkah laku dan logik. Etika mempunyai peranan yang besar dalam kehidupan manusia bagi menyediakan prinsip tanggungjawab dan menilai tindakan yang berkaitan dengan kemanusiaan.

Moral merujuk kepada cara berfikir, bertindak dan bagaimana mereka harus bertindak, manakala etika adalah falsafah moral berkaitan dengan

masalah betul atau salah. Moral adalah sebahagian daripada etika.

Terdapat pelbagai teori etika dan teori-teori ini mengandungi penyataan :


Deskriptif

Teori etika dengan penyataan deskriptif memberitahu dan menerangkan bagaimana tingkahlaku manusia atau sesuatu masyarakat serta peraturan etika mereka.


Normatif

Teori etika dengan penyataan normatif memberitahu kita apakah tindakan yang patut dibuat dan apakah tindakan yang betul.

Adakah etika bersifat relatif?

Perbuatan

1. Mencuri

2. Perempuan tua miskin mencuri kerana anaknya kelaparan

3. Perhambaan

4. Pengguguran anak

5. Homoseksual dan lesbian

Jelas apa yang kita fikir benar tidak semestinya benar bagi orang lain.

Benar dan salah adalah konsep yang relatif.

Ahli etika relatif menolak kebenaran dan kesalahan yang universal. Mereka berpendapat tidak wujud moral benar dan salah secara universal. Benar dan salah adalah relatif bagi sesuatu masyarakat bergantung kepada budaya dan pemikiran mereka.

Membuat Keputusan Etika Membuat keputusan etika memberi panduan untuk membantu seseorang menganalisa keadaan dengan melihat dari beberapa sudut iaitu :

1. Hubungan keadaan etika dengan undangundang

2. Alasan-alasan formal dan informal

3. Berlandaskan prinsip-prinsip, teori etika.

Etika Profesi

Etika profesi adalah cabang filsafat yang mempelajari penerapan prinsip-prinsip moral dasar atau norma-norma etis umum pada bidang-bidang khusus (profesi) kehidupan manusia.

Istilah profesi adalah suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belum tentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup untuk menyatakan suatu pekerjaan dapat disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksaan, & penguasaan teknik intelektual yang merupakan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. Maka orientasi utama profesi adalah untuk kepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. Akan tetapi tanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi, profesi dapat dengan mudahnya disalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorang dibidang komputer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasil mengcopy program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hak pencipta atas program yang dikomesikan itu. Sehingga perlu pemahaman atas etika profesi dengan memahami kode etik profesi.

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer, dan teknik.

Karakteristik Profesi

Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Daftar karakterstik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi, juga tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap profesi:

  1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek.
  2. Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.
  3. Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
  4. Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
  5. Pelatihan institutional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
  6. Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
  7. Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
  8. Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
  9. Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
  10. Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
  11. Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.